RESUME 4
JUDUL:
KEPEMIMPINAN
Kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi
sebuah kelompok untuk mencapai suatu visi atau serangkaian tujuan tertentu yang
ditetapkan.
Syarat menjadi pemimpin yang baik adalah
a.Kekuatan Fisik dan Mental
Pemimpin harus memiliki
kekuatan tersebut agar mampu berfikir keras dan banyak berfikir untuk
menyelesaikan masalah-masalah.
b. Penguasaan emosional
Supaya tidak mudah marah dan
putus asa
c.Mengerti psikologi
Agar dapat menjaga hubungan baik dengan bawahan,
dan bawahan dapat senang hati mengerjakan apa yang pimpinan perintahkan.
d. Motivasi dan dorongan pribadi
Hal ini sangat dibutuhkan,
agar gairah dan semangat dalam diri pemimpin terus berkobar.
Kecakapan dalam berkomunikasi
dan bergaul
Organisasi membutuhkan kepemimpinan dan manajemen
yang kuat agar efektivitasnya optimal
1. Hubungan pemimpin-anggota
Tingkat
kepatuhan, kepercayaan, dan rasa hormat yang dimiliki oleh bawahan terhadap
pimpinan mereka.
2. Struktur tugas
Tingkat
sejauh mana penentuan pekerjaan diproseduralkan (yaitu, terstruktur atau tidak
terstruktur)
3. Kekuatan Posisi
Pengaruh
yang berasal dari posisi struktural formal seseorang dalam organisasi; termasuk
kekuatan untuk mempekerjakan, memecat, mendisiplinkan, mempromosikan, dan memberikan
kenaikan gaji
STUDY KASUS:
Kasus 1 :
Hartoyo Sebagai Manajer
Drs. Hartoyo telah menjadi manajer tingkat menengah dalam
departemen produksi suatu perusahaan kurang lebih 6 bulan. Hartoyo bekerja pada
perusahaan setelah dia pensiun dari tentara. Semangat kerja departemennya
rendah sejak dia bergabung dalam perusahaan. Beberapa dari karyawan menunjukkan
sikap tidak puas dan agresif.
Pada jam istirahat makan siang, Hartoyo bertanya pada Drs. Abdul
Hakim, ak, manajer departemen keuangan, apakah dia mengetahui tentang semangat
kerja yang rendah dalam departemen produksi. Abdul Hakim, menjawab bahwa dua
telah mendengar secara informal melalui komunikasi "grapevine", bahwa
para karyawan Hartoyo merasa tidak senang dengan pengambilan semua keputusan
yang dibuat sendiri olehnya. Dia (Hartoyo) menyatakan, "dalam tentara,
saya membuat semua keputusan untuk bagian saya, dan semua bawahan mengharapkan
saya berbuat seperti itu."
Pertanyaan
kasus :
- Gaya
kepemimpinan macam apa yang digunakan oleh Hartoyo ? Bagaimana
keuntungan dan kelemahannya ? Bandingkan motivasi bawahan Hartoyo
sekarang dan dulu sewaktu ditentara.
- Konsekuensinya
apa, bila Hartoyo tidak dapat merubah gaya kepemimpinannya ? Apa saran
saudara bagi perusahaan untuk merubah keadaan ?
Jawab :
- Gaya
kepemimpinan yang digunakan Hartoyo adalah militeristik. Keuntungan
menggunakan gaya militeristik adalah kedisiplinannya yang tinggi, sehingga
pekerjaan tidak akan terbengkalai. Sedangkan kelemahannya adalah segala
sesuatunya bersifat formal, bahkan untuk berkomunikasi pun dengan cara
formal. Hal itu membuat para bawahan merasa tidak nyaman karena akan
kesulitan untuk bergaul dengan atasan. Motivasi bawahan Hartoyo yang
sekarang akan sangat berbeda dengan yang dulu. Bawahan yang dulu mempunyai
semangat dalam bekerja karena diberikan kebebasan, sedangkan yang sekarang
semangat tersebut akan luntur karena sifat pemimpin yang kaku dan terpatok
pada kemiliteran.
- Konsekuensi
yang didapat Hartoyo bila tidak merubah gaya kepemimpinan adalah akan
banyak para bawahan yang mengundurkan diri dari pekerjaan karena merasa
tidak nyaman dan kebebasannya yang dibatasi, dan Hartoyo akan dicap
sebagai pemimpin yang kejam. Saran saya bagi perusahaan untuk merubah
keadaan adalah dengan memberi teguran dan pengertian kepada Hartoyo bahwa
tujuan perusahaan bukanlah seperti waktu ditentara dulu, atau memindahkan
Hartoyo ke departemen lain yang lebih membutuhkan jiwa seorang pemimpin
yang militeristik.